CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sunday, 29 July 2012

Harapan


HOPE is the thing with feathers
That perches in the soul
And sings the tune without the words
And never stops--at all


And sweetest--in the Gale--is heard
And sore must be the storm
That could abash the little Bird
That kept so many warm


I've heard it in the chillest land
And on the strangest Sea
Yet, never, in Extremity,
It asked a crumb--Of Me.

Pandangan pertama

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"

~ Khalil Gibran


Sambung Baca: http://www.ipuisi.com/2012/06/pandangan-pertama-khalil-gibran.html#ixzz21wnRImeo

Wednesday, 4 July 2012

marah

kecewa...kecewa yg amat parah...
aku hanya perlukan penghargaan....
tapi apa yang aku dapat??
suara-suara sumbang
sindiran yang pedas
atau pun otak mu sudah tidak ada ruang untuk berfikir secara telus...
bila ditegur akan niat hati aku, barulah mula mengatur bicara plastik...
gurauan?? engkau kata ini gurauan...
hey sudah lupakah engkau cara untuk bergurau??
semua itu plastik!!!
provokasi!!!
huh, memamng padan lah orang tidak puas hati dengan diri engkau
kerana engkau tidak menggunakan kekurangan engkau dengan cara yang elok...
mengharapkan simpati...
pengakhirannya...engkau campak aku jauh ke dalam longkang...